Junal Refleksi (Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif) Model 4F.

Oleh : Delfia Tabita Tahuleliki,S.PdK

Calon Guru Penggerak Angkatan 7

SMP Negeri 1 Waingapu

Hari ini, saya menulis lagi pada jurnal refleksi ketika saya telah berada pada akhir dari Modul 1 yakni proses pembelajaran Modul 1.4 yang berkaitan dengan BUDAYA POSITIF. Dan saya bersyukur dan berterima  kasih Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kebaikanNya, saya dituntun dan diberkati dalam proses Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 sampai saat ini. Terima kasih pula bagi bapak Fasilitator dan Ibu Pengajar Praktik serta teman-teman CGP yang begitu setia mendukung dan berkolaborasi pada setiap proses pembelajaran.

 

1.Peristiwa / Facts

Pada tanggal 6 Desember 2022, saya mulai belajar Modul 1.4 berkaitan dengan BUDAYA POSITIF yaitu Mulai dari Diri. Setelah saya melakukan kegiatan Mulai dari diri, saya melanjutkan mengerjakan Eksplorasi Konsep, berkolaborasi bersama teman-teman CGP, bapak Fasilitator dan ibu pengajar praktik dalam diskusi kelompok, dan melakukan elaborasi pemahaman bersama ibu Instruktur. Sehingga apa yang telah saya pelajari dapat bermanfaat dan berdampak bagi saya dalam mengimplemetasikan BUDAYA POSITIF yang dimulai dari diri sendiri kemudian saya imbaskan kepada pihak lain, secara khusus kepada murid.

Ketika saya belajar Modul 1.4 berkaitan dengan Budaya Positif, kemudian saya kaitkan dengan Pemahaman Filosofi Ki Hajar Dewantara Modul 1.1, Nilai Peran Guru Penggerak Modul 1.2, Visi Guru Penggerak Modul 1.3 sangat berkaitan. Dimana sebagai guru penggerak harus mampu memahami serta mengimplementasikan nilai sekaligus peran guru penggerak dalam wujud visi yang disusun berdasarkan pemikiran Filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu berpihak pada murid. Sebuah Visi akan tercapai apabila terukur, konkrit, sistematis, dan terencana. Untuk dapat mewujudkan Visi demikian maka diperlukan pendekatan Inkuiri Apresiatif dengan tahapan Bagja. Berdasarkan penerapan tahapan Bagja, maka akan muncul kebiasaan positif yang di sebut dengan Budaya Positif. Budaya Positif dapat mendorong murid untuk mampu berpikir, bertindak dan mencipta sebagai proses memerdekakan dirinya sehingga murid lebih mandiri dan bertanggung jawab, sehingga tujuan pembelajaran yakni mewujudkan manusia merdeka tercapai.

Banyak ilmu dan pengetahuan setelah mempelajari modul 1.4 tentang Budaya Positif, bahwa dalam mendisiplinkan dan memotivasi murid tidak perlu memberikan dalam bentuk hukuman maupun penghargaan, namun penerapan Segitiga Restitusi dengan Posisi Kontrol sebagai manager adalah sangat baik melalui keyakinan kelas yang telah diyakini dan disepakati bersama murid dan guru, sehingga terciptanya Budaya Positif di kelas/sekolah sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Dan sebagai Calon Guru Penggerak, saya melakukan Aksi Nyata yang bertujuan agar menciptakan murid yang merdeka dan menumbuhkan Budaya Positif dikelas/sekolah dengan meyakini nilai-nilai kebajikan universal.  Dan sebagai tolak ukur keberhasilan aksi nyata ini yaitu adanya keyakinan kelas/sekolah dan murid mampu menerapkan keyakinan yang telah diyakininya.

Adapun linimasi tindakan yang saya lakukan adalah :

1.       Berdiskusi dengan Kepala Sekolah berkaitan dengan penerapan Budaya Positif dan keyakinan  di kelas/sekolah.

2.       Berdiskusi bersama rekan guru dengan menyebarkan Pemahaman Budaya Positif kepada murid.

3.       Berkolaborasi bersama murid menyusun keyakinan kelas.

4.       Memantau atau merefleksi berkaitan dengan keyakinan kelas yang telah dibuat.

5.       Mengumpulkan rekan sejawat Komunitas Praktisi MGMP PAK Kabupaten Sumba Timur dengan melakukan praktik baik menyebarkan pemahaman Budaya Positif di kelas/sekolah yang berpihak pada murid.

 

Dengan demikian, saya sangat membutuhkan dukungan dari murid, Kepala Sekolah, rekan guru, tenaga kependidikan, rekan sejawat Komunitas Praktisi MGMP PAK, dan sarana prasarana untuk menumbuhkan Budaya Positif di sekolah, serta dukungan dari orang tua/wali murid dalam menumbuhkan Budaya Positif di lingkungan keluarga.

Berikut merupakan kegiatan Aksi Nyata dalam menyebarkan pemahaman Budaya Positif pada SMP Negeri 1 Waingapu dan Komunitas Praktisi MGMP PAK Kabupaten Sumba Timur antara lain:

1.       Menyebarkan pemahaman kepada beberapa rekan guru berkaitan dengan Budaya Positif, kebutuhan dasar manusia, 5 posisi kontrol, keyakinan kelas dan Segitiga Restitusi.

2.       Melakukan keyakinan kelas bersama denagn murid kelas 7J.

3.       Melakukan Praktik Baik dengan menyebarkan pemahaman  Budaya Positif di sekolah kepada rekan sejawat Komunitas Praktisi MGMP Pendidikan Agama Kristen Kabupaten Sumba Timur melalui ruang Virtual Zoom (Daring) sebanyak 12 orang.

 

Berdasarkan praktik baik yang telah dilakukan, saya mendapatkan umpan balik maupun testimoni yang luar biasa dari murid, rekan guru dan juga rekan sejawat dari komunitas praktisi MGMP PAK. Sehingga saya merasa lebih termotivasi untuk terus belajar dan berbagi ilmu berkaitan dengan Budaya Positif dengan menerapkan Segitiga Restitusi dengan meyakini nilai-nilai kebajikan di kelas/sekolah sehingga menghasilkan Profil Pelajar Pancasila.

 

2. Perasaan/ Feelings

Selama saya mempelajari modul 1.4 perasaan yang salah rasakan adalah bersalah, sedih, bahagia, termotivasi dan tertantang. Perasaan bersalah dan sedih ketika saya MENDISIPLINKAN MURID DENGAN POSISI KONTROL PENGHUKUM ATAU PEMANTAU, Dan perasaan bahagia dan termotivasi ketika saya mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang luar biasa berkaitan dengan PENERAPAN BUDAYA POSITIF MELALUI SEGITIGA RESTITUSI SESUAI DENGAN NILAI KEYAKINAN KELAS YANG berpihak pada MURID.

3. Pembelajaran/ Findings

Setelah mempelajari modul 1.4, saya lebih memahami bahwa  saya harus tetap memiliki semangat juang yang tinggi untuk melayani dengan tulus hati dan bertanggung jawab dalam melakukan BUDAYA POSITIF di kelas/sekolah yang berpusat pada MURID, sehingga mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

 

 

4. Penerapan/ Future

Penerapan ke depan adalah memiliki komitmen dengan terus mengimplementasikan BUDAYA POSITIF sesuai dengan rencana yang telah dan akan dilakukan secara terus menerus dengan tergerak, bergerak dan menggerakkan pihak lain secara khusus kepada MURID.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Filosofi Ki Hajar Dewantara Modul 1.1 Pendidikan Guru Penggerak A.7