·         Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas.

1.      Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat guru dengan berorientasi pada kebutuhan murid untuk mencapai tujuan pembelaran.

2.      Pembelajaran Berdiferensiasi dapat dilakukan di kelas dengan tahap sebagai berikut :

a.     Tentukan tujuan pembelajaran

b.    Analisis kebutuhan belajar murid

c.     Terapkan strategi diferensiasi

d.    Rancang dan implementasikan RPP

e.     Laksanakan Assesment

f.      Melakukan refleksi ( meningkatkan hal yang menjadi kekurangan dan mempertahankan hal yang menjadi kelebihan).

 

·         Jelaskan bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal. Jelaskan pula bagaimana Anda melihat kaitan antara materi dalam modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak.

1.      Pembelajaran Berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu hasil belajar yang optimal melalui :

-      Tentukan pemetaan terhadap kebutuhan belajar murid berdasarkan 3 aspek yaitu kesiapan belajar murid, minat murid, profil belajar murid.

-      Menerapkan strategi diferensiasi secara tepat melalui :

a.       Diferensiasi Konten

Terkait dengan materi ajar yang di sampaikan kepada murid, media konkret, dan abstrak, memastikan murid dapat mengakses materi sesuai gaya belajarnya.

b.       Diferensiasi Produk

Terkait dengan tagihan pembelajaran atau hasil karya pekerjaan murid, atau sesuatu yang ada wujudnya . Seperti: tulisan/ karangan/ foto/ vidio dll.

c.       Diferensiasi Produk

Terkait dengan tagihan pembelajaran atau hasil karya pekerjaan murid, atau sesuatu yang ada wujudnya . Seperti: tulisan/ karangan/ foto/ vidio dll.

 

2.       Kaitan antara modul 2.1 dengan modul – modul lain sebagai berikut :

Keterkaitan antar materi Modul 1.1 Folosofi Ki Hajar Dewantara, Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak, Modul 1.3 Visi Guru Penggerak, Modul 1.4 Budaya Positif dengan Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi sangat berkaitan satu dengan yang lainnya dimana Pendidikan yang berpusat pada murid.

-      Keterkaitan antara Modul 1.1 Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pembelajaran Berdiferensiasi sebagai berikut :

a.       Tujuan Pendidikan menurut KHD adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar  mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

b.       Dengan kesadaran adanya keberagaman kodrat atau karakteristik setiap anak. Hal ini dapat dijadikan sebagai dasar acuan dalam mengevaluasi praktik pembelajaran.

c.       Peran dan tugas guru adalah mengakomodasi keberagaman yang ada, dan memfasilitasinya dengan menciptakan lingkungan dan pengalaman belajar terbaik bagi murid, salah satunya dengan menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi.

 

-      Keterkaitan antara Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak dengan Pembelajaran Berdiferensiasi sebagai berikut :

a.       Guru harus memiliki Nilai (Mandiri, Kolaboratif, Inovatif, Reflektif, dan berpihak pada murid) dan peran (menjadi pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid, dan menggerakkan komunitas praktisi), yang dimiliki oleh guru akan bermuara pada pembelajaran yang berorientasi pada murid.

b.       Guru harus mengutamakan kepentingan dan kebutuhan belajar murid, menjadi among belajar yang menuntun murid mencapai kekuatan kodratnya.

c.       Sebagai pemimpin pembelajaran, guru harus berupaya memenuhi kebutuhan belajar dengan menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi sehingga tujuan pembelajaran berhasil.

 

-      Keterkaitan antara Modul 1.3 Visi Guru Penggerak dengan Pembelajaran Berdiferensiasi sebagai berikut :

a.       Visi merupakan impian masa depan. Setiap guru memiliki visi bagi murid dimasa depan. Untuk mencapai Visi melalui pendekatan Inkuiri Apresiatif yang merupakan suatu upaya kolaboratif yang berbasis pada kekuatan untuk mencapai perubahan yang lebih baik yang berpusat pada murid.

b.       Dengan visi guru penggerak yang berpusat pada murid dengan menyusun prakarsa perubahan melalui tahapan Bagja, maka guru akan senantiasa memiliki orientasi pemenuhan kebutuhan belajar, melalui penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi.

 

-      Keterkaitan antara Modul 1.4 Budaya Positif dengan Pembelajaran Berdiferensiasi sebagai berikut :

a.       Guru memiliki tujuan untuk mewujudkan murid yang memiliki disiplin diri sehingga mereka dapat berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi intrinsik.

b.       Guru memiliki posisi kontrol manager, dengan memiliki motivasi intrinsik yang dimiliki oleh murid, maka akan melahirkan budaya positif di sekolah.

c.       Murid yang memiliki motivasi instrintik belajar merupakan salah satu bentuk budaya positif. Maka guru memberikan kebebasan bagi murid dalam proses pembelajaran sesuai kenyamanan dan profil belajarnya. Sehingga guru harus mampu menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi.

 

Dengan demikian, pembelajaran yang mengakomodir keunikan dan keberagaman murid adalah pembelajaran yang sesuai dengan pemikian KHD yaitu Pendidikan yang berpusat pada murid. Guru sebagai pendidik yang menuntun segala kodrat murid, memiliki nilai dan peran guru penggerak, mampu menyusun dan melaksanakan  visi yang berpihak pada murid, dan mampu menciptakan budaya positif sekolah, sehingga guru akan mampu mengambil serangkaian keputusan masuk akal dalam pembelajaran di kelas sesuai dengan kebutuhan belajar murid yang beranekaram untuk mencapai tujuan pembelajaran.

 

 


Comments

Popular posts from this blog

Filosofi Ki Hajar Dewantara Modul 1.1 Pendidikan Guru Penggerak A.7