JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN
MODEL (4F (Facts, Feelings, Findings, Future)
Hari ini, saya menulis lagi pada jurnal refleksi ketika saya
telah berada pada akhir dari proses pembelajaran Modul 1.3. Dan saya bersyukur
dan berterima kasih Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kebaikanNya, saya
dituntun dan diberkati dalam proses Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 sampai
saat ini. Terima kasih pula bagi bapak Fasilitator dan Ibu Pengajar Praktik
serta teman CGP yang begitu setia mendukung dan berkolaborasi pada setiap
proses pembelajaran.
1.Peristiwa / Facts
Pada tanggal 22 November 2022, saya mulai belajar Modul 1.3
berkaitan dengan Visi Guru Penggerak yaitu Mulai dari Diri. Pada kegiatan ini
saya membuat tugas menggambar “Imajiku tentang Murid di Masa Depan” yang
menggambarkan situasi murid, peran guru, dan suasana sekolah impian. Kemudian
saya melengkapi 6 kalimat rumpang yang disajikan. Pada tahapan ini juga saya
ditugaskan menuliskan sebuah VISI yang memuat nilai-nilai, filosofi, harapan
atas murid di sekolah. Setelah saya melakukan kegiatan Mulai dari diri, saya
melanjutkan mengerjakan Eksplorasi Konsep, berkolaborasi bersama teman-teman
CGP, bapak Fasilitator dan ibu pengajar praktik dalam diskusi kelompok, dan
melakukan elaborasi pemahaman bersama ibu Instruktur. Sehingga apa yang telah
saya pelajari dapat bermanfaat dan berdampak bagi saya dalam mengimplemetasikan
Visi guru penggerak yang dimulai dari diri sendiri kemudian saya imbaskan
kepada pihak lain, secara khusus kepada siswa.
Ketika saya belajar Modul 1.3 berkaitan dengan Visi Guru
Penggerak, kemudian saya kaitkan dengan Pemahaman Filosofi Ki Hajar Dewantara
Modul 1.1 dan Nilai Peran Guru Penggerak Modul 1.2 sangat berkaitan. Dimana,
sebagai guru dalam menyusun sebuah Visi harus mampu mencerminkan Nilai dan
peran dari guru penggerak dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang
sejalan dengan pemikiran Filosofi Ki Hajar Dewantara, bahwa Tujuan Pendidikan
adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat
mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai
manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Apabila saya sebagai guru penggerak telah memiliki nilai dan
menerapkan peran guru penggerak, maka akan mampu mewujudkan visinya.
Visi tersebut akan tercapai bila terukur, konkret, sistematis,
dan terencana. Sehingga sangat diperlukan suatu rancangan yang disebut dengan
INKUIRI APRESIATIF dengan tahapan yang bernama BAGJA (Buat pertanyaan,Ambl
Pelajaran,Gali Mimpi,Jabarkan rencana dan Atur eksekusi). Inkuri Apresiati
merupakan manajemen perubahan yang berkolaboratif dan berbasis kekuatan, pendekatan
IA dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal bai kapa yang telah ada di
sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan dan
memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan kearah yang lebih baik.
Dan melalui pendektan Inkuiri Apresiatif ini saya mampu menyusun sebuah visi
dengan menggunakan tahapan BAGJA. Dan ini adalah pengalaman dan wawasan yang
luar biasa yang saya rasakan. Sehingga saya mampu imbaskan kepada teman-teman
dalam menyusun sebuah prakarsa perubahan melalui tahapan BAGJA.
2. Perasaan/ Feelings
Selama saya mempelajari modul 1.3 saya merasa senang dan sangat
bahagia, karena saya mendapatkan wawasan, pengalaman dan ilmu baru yang sangat
luar biasa berkaitan dengan Visi Guru Penggerak dengan pendekatan Inkuiri
Apresiatif dalam menyusun sebuah prakarsa perubahan melalui tahapan BAGJA.
Awalnya saya berpikir bawah pendekatan IA melalui tahapan BAGJA
dalam membuat sebuah prakarsa perubahan suatu hal yang amat sulit, namun ketika
saya belajar dan bertukar pikiran dengan bapak Fasilitator, ibu pengajar
praktik dan teman-teman CGP serta para alumni CGP, saya semakin paham. Dan
ternyata pendekatan IA melalui tahapan BAGJA dalam menyusun sebuah prakarsa
perubahan sangatlah keren, mudah dan luar biasa.
Sehingga saya lebih dikuatkan dalam mewujudkan cita-cita
membentuk murid sehingga memiliki profil pelajar Pancasila, yaitu dengan
bantuan pendekatan IA dalam menyusun sebuah prakarsa perubahan melalui tahapan
BAGJA.
3. Pembelajaran/ Findings
Setelah mempelajari modul 1.3, saya lebih memahami bahwa dalam
memimpin perubahan positif harus dimulai berpikir strategi dan memahami Inkuiri
Apresiatif sebagai sebuah pendekatan manajemen perubahan yang berkolaboratif
dan berbasis kekuatan yang dituangkan dalam tahapan BAGJA.
Untuk melakukan perubahan positif tersebut tidak harus bermula
dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada, namun kita bias fokuskan pada
kekuatan yang telah kita miliki, sehingga pemikiran yang ada pada diri kita
dapat diarahkan kearah yang positif untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
4. Penerapan/ Future
Saya akan berkolaborasi dengan ekosistem sekolah, untuk
bersama-sama melakukan perubahan positif guna mewujudkan visi tentang murid
masa depan yang diimpikan yaitu
“MEWUJUDKAN PEMIMPIN YANG
RELIGIUS DAN BERAKHLAK MULIA, CERDAS, BERBUDAYA, MERDEKA BELAJAR, SERTA UNGGUL
DALAM ILMU TEKNOLOGI BERDASARKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA”.
Keren ibu
ReplyDeleteTerima ksh ya pak guru.
Delete